Selasa, 04 Juni 2013

Internasional

Cegah Kejahatan Seks, India Mau Larang Manekin

Selasa, 04 Juni 2013 | 20.42
Warga melintas di dekat toko yang memasang manekin
di India [Al Jazeera-com]
Dewan kota di kota Mumbai, India menuai kecaman keras, baru-baru ini karena mengajukan proposal untuk melarang boneka manekin berpakaian dalam di toko-toko dan pasar. Rencana aturan itu diajukan karena manekin tersebut diduga bisa mendorong kejahatan seks.  

Komentator dan kelompok hak-hak perempuan telah mengolok-olok rancangan yang diajukan oleh Mumbai Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC) pada saat negara India sedang mencoba untuk mencegah kejahatan terhadap perempuan. Usulan anggota BMC Ritu Tawade kini menunggu izin akhir dari kepala badan sipil itu.  

"Saya percaya bahwa manekin, terutama yang berpakaian dua potong (bikini), berdampak pada kejadian kejahatan terhadap perempuan di negara bagian. Tampilan seperti mempengaruhi pola pikir manusia," katanya Tawade di saluran televisi NDTV,  Selasa (29/5).  

Manekin berpakaian olahraga atau bikini adalah pemandangan umum di toko-toko ritel di sepanjang jalan-jalan kota dan pusat perbelanjaan di kota-kota perdagangan India, yang merupakan tempat asa bagi industri film Bollywood.  

Wali Kota Mumbai Sunil Prabhu mendukung gagasan Tawade itu. Kepada sebuah koran lokal, ia mengaku percaya bahwa manekin berpakaian minim mengundang perhatian yang tidak diinginkan dari laki-laki.  

Namun konsumen bernama Arti Bhadra, menolak proposal tersebut dan menyebutnya aturan "bodoh". "Saya tidak berpikir manekin mengarah ke pemerkosaan. Ini semua tentang mentalitas. India mengalami mundur dalam soal itu," katanya.  

Ide tersebut juga ditolak Aktivis Hak-hak Perempuan Sharada Sathe. "Omong kosong. Manekin telah dipajang di banyak negara. Berpikir (melakukan tindak pidana) adalah di kepala dan bukan dari sumber luar," katanya kepada AFP.   Proposal Tawade telah memicu lelucon dan kritik di Twitter, salah satunya mantan jurnalis dan politikus Pritish Nandy.  "

Saya tidak pernah terangsang oleh manekin. Tapi mungkin anggota BMC begitu ?"  

Seorang penjaga toko bernama Behlul Shaikh, yang memiliki manekin berpakaian minim di etalase tokonya di pusat Mumbai, mengatakan kepada BBC bahwa dia akan mematuhi keputusan pihak berwenang. Shaikh tidak berpikir larangan itu akan berdampak pada penjualan.  

Lain lagi komentar Salim Faqih, pemilik toko lain. Larangan itu mungkin akan mempengaruhi penjualan, tapi hanya sedikit. Faqih tidak akan menantang larangan yang diusulkan. Tetapi dia menambahkan bahwa ia tidak berpikir manekin setengah telanjang harus menjadi masalah.   "Lihatlah apa yang dikenakan gadis-gadis hari ini. Mereka berpakaian lebih minim daripada manekin kami," katanya.  

Seorang wanita diperkosa setiap 20 menit di India, menurut catatan Biro Kejahatan Nasional India. Mumbai, ibukota perdagangan India mencatat rata-rata 183 kasus pemerkosaan per tahun antara 2002 dan 2012. Tahun 2012 saja, Mumbai mencatat setidaknya 221 insiden perkosaan, dengan 39 persen - atau 117 korban berada di bawah 18 tahun. Sebanyak 41 persen dari total kasus 584 pemerkosaan di sembilan wilayah hukum kepolisian di negara bagian diajukan di Mumbai.  

Protes anti-perkosaan melanda negara itu dalam beberapa bulan terakhir, menyerukan tindakan tegas dan segera dari pihak berwenang setelah seorang mahasiswi kedokteran berusia 23 tahun diperkosa secara brutal oleh geng pemuda di bus New Delhi pada Desember 2012. Kini Parlemen India telah mengesahkan undang-undang menerapkan hukuman yang kuat untuk pelanggaran seks terhadap perempuan. [Al Jazeera/ BBC/AFP/U-5]
Komentar
 
MORE
  • LIFE & STYLE
  • RAMADHAN
  • NEWS
  • POLITIK