• Budaya, Adat dan Sejarah Kerinci Jambi

      Jumat, 12 Oktober 2012

      Lambang
      Kerinci adalah salah satu kabupaten yang terletak di bagian barat di Provinsi Jambi dan telah di mekarkan dengan kota Sungai Penuh dengan berbagai pesona wisata alamnya yang indah. Salah satu objek wisata yang terkenal di kabupaten kerinci adalah Objek wisata Aroma Peco, danau Kerinci, Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh.


      Sejarah Kerinci
      Nama ‘Kerinci’ berasal dari bahasa Tamil “Kurinci”. Tanah Tamil dapat dibagi menjadi empat kawasan yang dinamakan menurut bunga yang khas untuk masing-masing daerah. Bunga yang khas untuk daerah pegunungan ialah bunga Kurinci (Latin Strobilanthus. Dengan demikian Kurinci juga berarti ‘kawasan pegunungan’.

      Di zaman dahulu Sumatra dikenal dengan istilah Swarnadwipa atau Swarnabhumi (tanah atau pulau emas). Kala itu Kerinci, Lebong dan Minangkabau menjadi wilayah penghasil emas utama di Indonesia (walaupun kebanyakan sumber emas terdapat di luar Kabupaten Kerinci di daerah Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin).
      Di daerah Kerinci banyak ditemukan batu-batuan Megalitik dari zaman Perunggu (Bronze Age) dengan pengaruh Budha termasuk keramik Tiongkok. Hal ini menunjukkan wilayah ini telah banyak berhubungan dengan dunia luar.

      Awalnya ‘Kerinci’ adalah nama sebuah gunung dan danau (tasik), tetapi kemudian wilayah yang berada di sekitarnya disebut dengan nama yang sama. Dengan begitu daerahnya disebut sebagai Kerinci (“Kurinchai” atau “Kunchai” atau “Kinchai” dalam bahasa setempat), dan penduduknya pun disebut sebagai orang Kerinci.

      Sejarah Asal Usul Kerinci
      Menurut Tambo Alam Minangkabau, Daerah Rantau Pesisir Barat (Pasisie Barek) pada masa Kerajaan Alam Minangkabau meliputi wilayah-wilayah sepanjang pesisir barat Sumatra bahagian tengah mulai dari Sikilang Air Bangis, Tiku Pariaman, Padang, Bandar Sepuluh, Air Haji, Inderapura, Muko-muko (Bengkulu) dan Kerinci. Dengan demikian Kerinci merupakan daerah Minangkabau.
      Pada waktu Indonesia merdeka, Sumatera bahagian tengah mulai dipecah menjadi 3 provinsi:

      1. Sumatera Barat (meliputi daerah Minangkabau)
      2. Riau (meliputi wilayah kesultanan Siak, Pelalawan,Rokan,Indragiri, Riau-Lingga ditambah Rantau Minangkabau Kampar dan Kuantan)
      3. Jambi (meliputi bekas wilayah kesultanan Jambi ditambah Rantau Minangkabau Kerinci)
      Jadi tidaklah heran jika banyak masyarakat Kerinci yang lebih mudah mengerti bahasa Minangkabau dibanding dengan penduduk wilayah Jambi lainnya karena keterikatan sejarah kerajaan masa lampau.

      Letak Kerinci
      Kerinci berada di ujung barat Provinsi Jambi, berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat (Minangkabau) di sebagian barat dan utara.

      Di selatan mereka berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.
      Daerah Kerinci ditetapkan sebagai sebuah Kabupaten sejak awal berdirinya Provinsi Jambi, dengan pusat pemerintahan di Sungai Penuh.

      Seiring dengan pemekaran daerah, Kerinci saat ini telah terpisah dengan kota Madya Sungai Penuh dan memiliki pusat pemerintahan sendiri di Siulak.

      Jauh sebelum Indonesia merdeka, Kerinci merupakan kawasan yang telah memiliki kekuasaan politik tersendiri.
       Sebelum Belanda masuk Kerinci mencatat tiga fase sejarahnya yaitu: Periode Kerajaan Manjuto atau Kerajaan Pamuncak Nan Tigo Kaum, Periode Depati, dan Periode Depati IV Alam Kerinci. Kerajaan Manjuto, sebuah kerajaan yang berada di antara Kerajaaan Minangkabau dan Kerajaan Jambi, beribukotakan di Pulau Sangkar.

      Berikutnya, pada dua periode Depati, Pulau Sangkar memainkan peran sentral sebagai salah satu dari empat pusat kekuasaan di Kerinci (Rasyid Yakin, hal. 4 -14).

      Tetapi semenjak Belanda mulai menduduki Kerinci pada 1914, peran sentral Pulau Sangkar secara politik pemerintahan mulai mengalami penyusutan.

      Ketika Belanda menetapkan Kerinci sebagai sebuah afdelling dalam kekuasaaan Karesidenan Jambi (1904) maupun di bawah Karesidenan Sumatera Barat (1921), dan ketika Kerinci menjadi sebuah kabupaten sendiri dalam wilayah Propinsi Jambi (pada 1958), Pulau Sangkar hanyalah sebuah ibukota kemendapoan (sebuah unit pemerintahan setingkat di bawah kecamatan dan setingkat di atas desa).

      Budaya Kerinci
      Budaya Kerinci sangat khas. Tari-tariannya adat merupakan campuran Minang dan Kerinci serta Melayu. Misalnya, Tari Joged Sitinjau Laut. Lagu-lagu Kerinci juga terkenal unik. Pakaian adatnya juga sangat indah. Rumah suku Kerinci disebut “Larik” karena terdiri dari beberapa deretan rumah petak yang bersambung-sambung. Di Jambi, Kerinci adalah satu-satunya wilayah yang menganut adat Perpatih Minangkabau (Matrilineal).

      Dialek Bahasa Kerinci
      Dialek Bahasa Kerinci termasuk salah satu anak cabang bahasa Austronesia yang dituturkan dengan dialek Kerinci. Bagi masyarakat bagian pesisir barat Minangkabau, Bahasa Kerinci tidak begitu asing, namun menjadi agak aneh bagi orang daerah lain di Jambi yang condong ke Melayu Palembang dan Melayu Riau. Salah satu yang khas dari dialek Kerinci di antaranya adalah melafalkan ‘i’ menjadi ‘ai’ misal: ‘Orang Kerinci pergi ke Jambi’ diucapkan ‘Uhang Kinchai lalau ka Jamboi’, atau melafalkan ‘a’ menjadi ‘ea’ atau ‘oi’ misal : “bila” menjadi “bilea”, “atas menjadi “atoih”, “Tadi menjadi “tadoih”.
      Di Kerinci sendiri memiliki berbagai dialek bahasa. Ada lebih dari 30 dialek bahasa yang berbeda di tiap-tiap desa di daerah Kerinci. Seperti pengucapan ‘Anda’, di Desa Lempur (Kec. Gunung Raya) diucapakan dengan ‘Kaya’ sedangkan di Kec. Sungai Penuh diucapakan dengan ‘Kayo’. Perbedaan dialek ini juga ditandai dengan dengan perbedaan budaya yang ada di masing-masing desa di Kerinci.

      Demikianlah sedikit sejarah singkat Kabupaten Kerinci Jambi. Semoga bermamfaat

      Blog, Updated at: 19.31

    0 Komentar:



    # berita kriminal
    MORE
    # carut marut pilkada kerinci
    MORE
    # konflik gunung kerinci
    MORE
    # pilkada merangin 2018
    MORE
    # calon bupati terkuat
    MORE

    Penyakit HIV AIDS Di Indonesia dan Gejala Yang Terjadi!

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Kumpulan Parno Adat Kerinci Terlengkap ...

    Kumpulan Parno Adat Kerinci Terlengkap ...

    29 minutes Ago

    Parno adalah kata sambut menyambut antara pemangku adat atau pelaksana ...

    BERITA LAINNYA

    #Hasil survei terkuat

    • More Topics

    #konflik gunung kerinci

    • More Topics

    #Pilkada Kerinci 2018

    • More Topics

    #eksekusi mati

    • More Topics

    #Electro

    • More Topics